Ditulis Oleh :R. Ruvianty
Amira bangun dengan perasaan sedih. Sudah sepekan Amira demam dan harus beristirahat di tempat tidur.
“Bu, kapan aku boleh main sama Galiza dan Salwa?” tanya Amira agak merajuk.
“Sabar, ya, sayang! Sebentar lagi kamu sembuh,” jawab Ibu.
“Asalamualaikum!” Terdengar peluk salam dari pintu depan.
“Wah, ada Galiza dan Salwa! Mau nengok Amira, ya?” sambut Ibu.
Ibu mengantar Galiza dan Salwa ke kamar Amira. Sesaat Amira tidak percaya dua sahabatnya datang menengok.
“Aku senang kalian datang. Terima kasih, Gal. Terimakasih, Wa!” seru Amira senang.
“Aku punya buku cerita baru, nih, Amira. Aku bacakan buat kamu, ya!” kata Galiza sambil
mengeluarkan sebuah buku cerita dengan gambar jilid yang menarik.
“Nah, nanti setelah baca cerita kita buka permainan teka-teki hadiah dari pamanku,” tutur Salwa sambil mengacungkan kotak permainan teka-teki.
“Beruntungnya aku punya sahabat terbaik seperti kalian. Aku tidak akan mengeluhkan rasa sakitku lagi,” kata Amira dalam hati. Senyumnya mengembang karena bahagia. ***

